Selasa, 29 November 2011

sinopsis beserta unsur intrinsik novel Indo dan novel terjemahan




1.        Novel Indonesia

Unsur intrinsik yang terdapat pada novel “surat kecil untuk tuhan” yaitu:
a.       Tema : perjuangan hidup

b.       Tokoh dan penokohan

1.        Gita Sesa Wanda Cantika/ keke : baik,menerima apa adanya
2.       Chika (kakak Keke): bertanggung jawab,penyayang
3.       Kiki (kakak Keke): baik,pintar masak
4.       Andy (pacar Keke) : baik,setia,pengertian dan penyayang
5.       Ayah keke (Pak Jody) : penyayang,bertanggung jawab,pantang menyerah
6.       Sahabat Keke : baik,peduli dam penyayang

c.       Alur : maju mundur

d.       Latar : kamar, sekolah,rumah,rumah sakit, SD Al-Kamal

e.       Sudut pandang : orangg pertama

f.         Gaya bahasa : mudah dipahami

g.       Amanat : menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Jangan menyerah dan terus berusaha










2.       Novel terjemahan

Unsur intrinsik yang terdapat pada novel “Better” yaitu
a.       Tema : kesehatan
b.       Tokoh penokohan
1.        Dokter Atul Gawande : baik,tidak pernah menyerah,pintar
2.       Suster
3.       Pasien
4.       Dokter pankaj : peduli, baik,pintar dan perhatian

c.       Alur : maju mundur

d.       Latar : rumah sakit Boston,rumah,klinik,Universitas Colorado,ruang operasi,bangsal


e.       Sudut pandang : orang pertama

f.         Gaya bahasa : kurang dipahami


g.       Amanat :untuk menjadi lebih baik itu membutuhkan proses. Tidak semudah membalikkan telapak tangan oleh karena itu harus selalu berusaha agar menjadi “lebih baik”









3.       Sinopsis novel:
a.       Novel Indonesia “surat kecil untuk Tuhan

seorang penderita kanker ganas yang menyerang bagian wajah, Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak pertama di Indonesia. Keke atau Gita Sesa Wanda Cantika adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun ketika divonis memiliki penyakit kanker mematikan tersebut yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk menjadi seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal lainnya.
Mendengar vonis tersebut, sang Ayah, Joddy Tri Aprianto tidak menyerah. Ia terus berjuang agar sang putri kesayangannya itu dapat terlepas dari vonis kematiannya. Perjuangan sang ayah dalam menyelamatkan putrinya tersebut begitu mengharukan.
Perjuangan panjang Keke dalam melawan kanker ternyata membuahkan hasil. Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan Dokter Indonesia dalam menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi di Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter di dunia bertanya-tanya.
Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat. Keke sadar jika nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia justru bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya, walau pada akhirnya ia harus menyerah. Dokter pun akhirnya menyerah terhadap kankernya. Di nafasnya terakhir itulah ia menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada lagi air mata di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.





b.       Novel terjemahan “better”

Penulis : Atul Gawande
Terbit : Februari 2008
Judul Asli : Better
Bahasa : Indonesia
Sinopsis : Sebuah Catatan Tentang Kinerja Seorang Dokter.

Bagaimana menjadi hebat dalam suatu bidang yang di dalamnya kegagalan begitu mudah terjadi Gawande  mengungkap bagaimana keberhasilan tercapai dalam suatu profesi yang rumit dan penuh risiko, lewat berbagai kisah kegagalan dan keberhasilan kedokteran

Sembari menghadapi kelelahan, keterbatasan sarana, dan ketidaksempurnaan kemampuan dalam segala hal yang kita lakukan, kita semua berusaha bekerja sebaik-baiknya. Namun, dalam dunia kedokteranlah dorongan untuk bisa berbuat sebaik mungkin mencapai puncaknya, karena tiap keputusan menyangkut hidup-mati manusia. Atul Gawande menelusuri bagaimana para dokter berusaha mempersempit kesenjangan antara harapan terbaik dan pekerjaan yang benar-benar dilakukan, sambil menghadapi berbagai rintangan yang sering tampak tak dapat dilewati.
Gawande bukan sekadar dokter bedah biasa; ia tak hanya mampu membedah pasien, tapi juga membedah hal-hal yg terjadi di bangsal, di ruang operasi, dan di dalam hati para dokter, bahkan untuk hal-hal yang tabu untuk dibicarakan. Kisah-kisahnya tentang kecermatan, gagasan cemerlang, dan makna berbuat sebaik mungkin membawa kita ke tenda bedah medan perang di Irak, ruang persalinan di Boston, wabah polio di India, dan persidangan malapraktik di seantero Amerika Serikat.
Gawande pun dilema etis keterlibatan dokter dalam hukuman suntik mati, meninjau pengaruh uang dalam kedokteran modern, dan menceritakan sejarah mencuci tangan yang ternyata penuh ketegangan. Dan, sebagaimana dalam semua karya tulisnya, ia memberikan pandangan orang dalam atas kehidupan dokter bedah, laporan langsung yang jujur mengenai pekerjaan dalam bidang di mana kesalahan adakalanya tak terhindarkan dan tak terduga.
Better adalah tamasya menarik yang disampaikan oleh “seorang Gawande dengan pena pisau bedah dan mata sinar-X” (Time). Penelusuran Gawande atas tindak-tanduk para profesional medis dan bagaimana mereka berubah dari ‘lumayan’ ke ‘hebat’ memberikan wawasan langka mengenai syarat dan wahana keberhasilan yang bisa diteladani segala bidang kehidupan. Berusaha dan mejadi “Better”.

4.       Perbedaan antara novel Indonesia dengan Novel terjemahan
·         Yaitu penggunaan bahasa yang terkadan tidak sesuai
·         Banyak bahasa yang kadang tidak dimengerti maknanya
·         Perbedaan latar,tempat, nilai moral atau kehidupan sosial/budaya yang berbeda.sedangkan dalam unsur ekstrinsik tentu ada perbedaan karena penulis luar akan menulis novel sesuai latar belakang kehidupannya, ltr belakang pendidikannya,dan agama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar